Profil PP al Maunah Kepuh - AL-MA'UNAH KEPUH

KEPUH - PALIMANAN - CIREBON

Jl. Ki Ageng Tepak Ds. Kepuh Kec. Palimanan Kab. Cirebon Kode Pos 45161 Telp. (0231) 341780

test

Sabtu, 10 Oktober 2015

Profil PP al Maunah Kepuh


SELAYANG PANDANG
Pondok Pesantren Putra Putri Al Maunah Berdiri pada tahun 2001, dalam masa krisis moneter yang berkepanjangan dari mulai tahun 1998 sampai 2001. Pesantren ini semula bernama Pondok Pesantren Tahfidzus Syari’ah yang bertempat di lokasi lama dengan ukuran tanah yang sangat sempit dan bangunannya masi sangat sederhana (gubug) yang terbentuk dari bambu dan lebih terfokus dengan pengajian salafnya, yang beralamat di Jl. Pas. Minggu Kramat Blok Sembung Desa Kepuh Kec. Palimanan Kab. Cirebon Prop. Jawa Barat, setelah berjalan sekian bulan kemudian ada seorang pengusaha yang rela memberikan sebidang tanahnya seluas ± 4000 m2 dan di wakafkan kepada KH. Bahrudin Yusuf  dan putra-putranya. Pada saat itulah tanah wakaf tersebut di kembangkan menjadi pesantren yang sekarang berdiri. namun seiring dengan perkembangan waktu dan berkembangnya jumlah santri, pesantren ini mulai mengembangkan pendidikan formal mulai dari TPQ (Qiro’aty), Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Setelah tanah tersebut dibangun rumah untuk kediaman Pengasuh, mulailah santri-santri dipindah dari pesantren lama ke pesantren yang baru sampai sekarang dan seterusnya.
Pesantren ini adalah pesantren pindahan dari pesantren lama ke lokasi baru yang telah dirintis oleh KH. Bahrudin Yusuf dan Putra-Putranya setelah memisahkan diri dari pesantren yang lama karena banyak hal yang harus di hadapi sehingga harus memisahkan diri dan alasan tersebut tidak bisa kami unkapkan di media umum. Dengan berbagai dukungan orang-orang dalam pengembangan pesantren Al Maunah, KH. Bahrudin Yusuf dan Putra Putranya mulai bergerak untuk mengembangkan pesantren tersebut mulai bangunan fisik sampai program dan metode yang diterapkan di Pesantren Al Maunah. Dan alhamdulillah sampai sekarang jumlah santri terus meningkat dengan sungguhan-sungguhan program extra kurikuler mulai mendapatkan banyak respon dari berbagai daerah, mulai dari daerah Cirebonnya sendiri, hingga daerah Indramayu, Majalengka, Subang, Jakarta, Sumatra dan Jawa Tengah. Tapi semua itu berkat kegigihan sang pendiri (pengasuh) Pondok Pesantren Putra Putri Al Maunah yaitu KH. Bahrudin Yusuf dan Putra Putranya, kesungguhan itu dibuktikan oleh sang pendiri (pengasuh) dengan menganjurkan membaca Al Qur’an setelah sholat maghrib dan MUJAHADAH di setiap malam jum’at bersama seluruh santri, karena kami meyakini semuanya ini kami bisa mendapatkan Rahmat Allah Swt.
Atas usul beberapa kiyai-kiyai dan orang yang berpengaruh pada saat itu dan mengingat kondisi pada waktu itu yang semula bernama Tahfidzuas Syari’ah di ganti nama menjadi  Pesantren Putra Putri Al Maunah pada tahun 2001. Diantara tujuan nama Al Maunah itu sendiri untuk mengabadikan nama orang yang telah mewakafkan tanah tersebut yaitu H. Maun dan H. Nasir (keduanya adalah putra dari H. Mansyur).
Metode pengajaran yang dikembangkan oleh pesantren ini pada awal berdirinya adalah murni salaf (ortodoks). Pengajaran dilakukan dengan cara bandongan (kuliah umum) dan sorogan (membaca kitab satu persatu). Kedua metode tersebut langsung di jalankan oleh KH. Bahrudin Yusuf dan Putra Puutranya. Ketika jumlah santri meningkat dan kesibukan pengasuh (KH. Bahrudin Yusuf) bertambah maka beberapa alumni santri senior yang telah siap, baik secara keilmuan maupun mental, untuk membantu menyimak sorogan dan kegiatan-kegiatan yang lain. Pengajian bandongan terjadwal dalam sehari semalam pada masa KH. Bahrudin Yusuf meliputi pengajian kitab Awamil, Jurumiyah, Safintaun Najah, Sulamun Najat, dan Qur’an sehabis maghrib, kemudian Musyawarah sehabis Isya. Kitab Ihya Ulumudin dan Al Mahaly setelah waktu Dhuha, selain itu KH. Bahrudin Yusuf melanjutkan kegiatan diluar Pesantren mengadakan pengajian umum untuk masyarakat kampung sekitar pesantren tiap hari Rabu dan Senin Ba’da dzuhur atau biasa disebut Jam’iyah Muslimat husus di wilayah sekitar pesantren.
Tahun 2005, tiga tahun setelah mengeluarkan siswa angkatan pertama Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, pendiri (KH. Bahrudin Yusuf) dan Putra Putrnya, yakni H. Imron Rosyadi, Lc, Abdul Hakim, H. Karyono, Lc, mulai mengadakan urun rembuk untuk mengembangkan sistem pengajaran model madrasah dengan kurikulum yang berlaku di pesantren pada umumnya yaitu menjadwal kitab-kitab untuk di jadikan mata pelajaran Madrasah diniyah pesantren. Mulai dari kelas Awamil, kelas Jurumiyah, Kelas Amrity, Kelas Al fiyah
JADWAL PELAJARAN MADRASAH DINIYAH PESANTREN
No
TINGKATAN KELAS
NAMA KITAB
KETERANGAN
1.
AWAMIL
Tafrihatul Wildan (Awamil)
Ilmu Nahwu
Safunatun Najah
Ilmu Fiqih
Hidayatus Sibyan
Ilmu Tajwid
Taysirul Kholaq Juz 1
Ilmu Akhlaq
Aqidatul Awam
Ilmu Tauhid
MUSYAWARAH
2.
JURUMIYAH
Jurumiyah
Ilmu Nahwu
Sulamun Najat
Ilmu Fiqih
Tuhfatul Athfal
Ilmu Tajwid
Taysirul Kholaq Juz 2
Ilmu Akhlaq
Khoridatul Bahiyah
Ilmu Tauhid
Arba’in Nawawi
Hadits
MUSYAWARAH
3.
Amrity
‘Amrity
Ilmu Nahwu
Matan Taqrib
Ilmu Fiqih
Jazariyah
Ilmu Tajwid
Adabun Nabawy
Ilmu Akhlaq
Kifayatul Awam
Ilmu Tauhid
Riyadlus Sholihin
Hadits
MUSYAWARAH
4.
Al Fiyah
Al Fiyah ibnu Malik
Ilmu Nahwu
Minhajul Qowim
Ilmu Nahwu
Lathoiful Isyaroh
Ilmu Usul Fiqh
Riyadlus Sholihin
Hadits
MUSYAWARAH
Mengacu kepada kurikulum Madrasah Diniyah Pesantren  Makkah di samping pengajian bandongan dan sorogan. Usul ini disepakati oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Maunah  sehingga didirikanlah Madrasah Pesantren yang waktunya Malam Hari setelah waktu Isya dan ba’da dzuhur husus untuk Ilmu Alat baik Awamil, jurumiyah Atau Amrity dan Al Fiyah. Pengajarnya adalah kyai (pengasuh pondok pesantren), putra putranya dan santri alumni yang sudah mempunyai kemampuan dibidangnya dan santri-santri senior yang masih aktif di pesantren.
kemudian setelah berkembang dan bertambahnya santri mulailah putra putra beliau merintis program dalam keahlian berbahas arab (tahasus lughotul Arab) dan di dukung dengan program musyaawrah fathul Qorib setiap ba’da Jum’at untuk santri putra dan putri husus untuk santri ptri dianjurkan untuk mengikuti tahasus Risaltul Mahidl dan masi banyak program program ekstrakurikuler yang lainnya. Semu program itu berjalan sampai sekarang. Selain program program yang telah di paparkan tadi pesantren juga telah melengkapi perpustakaan digitalnya sehingga memudahkan santri-santri untuk mencarai referensi kitab dan yang lainnya juga dilengkapi dengan Internet.
KEGIATAN PESANTREN
Kegaiatan pesantren ini meliputi kegiatan formal karena di pesantren kami, pesantren dan formal dalam satu atap, sehingga Kegiatan pesantren terdiri dari empat tahap, Tahap Pertama : pagi pkl. 07.00 – 12.00 untuk kegiatan belajar mengajar dalam pendidikan formal baik Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Taman Pendidikan Qiro’aty (TPQ), dan pengajian yang di ikuti oleh masyarakat umum Tahap Kedua : ba’da dzuhur pkl 14.00 – 16.00 untuk kegiatan ngaji husus Ilmu Alat mulai tingkat Awamil sampai Al Fiyah dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Tahap Ketiga : Ba’da isya pkl. 19.30 – 21.00 untuk pengajian bandongan dengan sistem di madrasakan untuk Tahap Keempat : pkl. 21.00 – 22.00 untuk kegiatan Musyawarah sesuai dengan tingkatannya.
PENUTUP
Demikianlah sekilas pandang tentang Pondok Pesantren Putra Putri Al maunah yang telah di rintis oleh KH. Bahrudin Yusuf dan putra putranya, semoga pesantren yang kami rintis selalu dalam lindungan dan Rahmat serta Inayahnya Allah Swt. Dan selalu mendapatkan Syafaat Nabi kita Nabi Muhammad saw. Semoga menjadi santri yang manfaat, maslahat dan barokah. Dan Sehingga menjadi santri yang Rohmatan Lil Alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar