AL-MA'UNAH KEPUH: Pena Santri

KEPUH - PALIMANAN - CIREBON

Jl. Ki Ageng Tepak Ds. Kepuh Kec. Palimanan Kab. Cirebon Kode Pos 45161 Telp. (0231) 341780

test
Tampilkan postingan dengan label Pena Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pena Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2018

6 Niat Dalam Mencari Ilmu

20.46 1
6 Niat Dalam Mencari Ilmu


Berdasarkan hadits, mencari ilmu adalah sebuah kewajiban bagi seorang muslim laki-laki maupun perempuan (tholabul 'ilmi faridhotun 'ala kulli muslimin wal muslimat), kewajiban itu berlaku sampai nanti jasad masuk ke liang lahat.

Seyogyanya seorang tholibul 'ilmi (pencari ilmu) membenahi diri dan meluruskan niat, karena segala sesuatu itu bergantung pada niatnya. 

Al-imam Burhanuddin al-zarnuji (wafat 591 H/ 1195 M) lahir di wilayah Zarandj yang terletak diaebuah kota Sidjistan pada abad pertengahan yg sekarang dikenal dgn Afghanistan. Dalam kitab karyanya, Ta'limul Muta'allim, imam Al-zarnuji mengatakan, ada enam niat yang harus dijaga dan diabadikan dalam hatinya seorang thalibul ilm dalam misinya mencari ilmu, yang belakangan saya sering mendengarkan poin2 tersebut dalam syair pujian di surau2, musholla2, pengajian ibu2, dll. Ke enam poin itu adalah:

1. Niat mencari ridho Allah SWT
2. Niat netepi (memantapkan) gama islam
3. Niat menghilangkan kebodohan
4. Niat mensyukuri kesehatan badan
5. Niat menyiarkan agama Allah
6. Niat mensyukuri akal pikiran.

Kearifan-kearifan lokal, hikmah-hikmah, tata krama seorang murid kepada guru, santri kepada kyai, anak kepada orang tuanya, sekarang mulai terkikis oleh globalisasi, mulai pudar oleh trend kekinian. Mari kita hidupkan kembali lentera semangat yg dulu dibawa para bijak bestari yg sempat padam....


Oleh :
Achmadi

Senin, 14 Mei 2018

Menciptakan Karakter Anak yang Baik

12.37 0
Menciptakan Karakter Anak yang Baik
Menciptakan Karakter Anak yang Baik

www.pinterest.com

Kemajuan suatu negara tidak bisa diperjuangkan dengan kepintaran warga negaranya semata. Tapi harus dibarengi dengan karakater/kepribadian yang baik juga. Manusia yang mengutamakan kepintaran dalam bernegara akan menimbulkan jalan-jalan baru dan inovasi-inovasi yang dapat merusak tatanan negara dan hidup bermasyarakat. Sebaliknya, warga negara yang mengedepankan karakter/kepribadian akan menciptakan negar yang nyaman dan tertib. Tapi dengn tidak adanya ilmu yang ia miliki, jangan berharap negara bisa maju. Karena mereka tidak dapat membuat inovasi-inovasi untuk menyikapi kemajuan zaman yang semakin hari semakin aneh dan rumit.

Melihat hal ini, kepintaran atau ilmu pengetahuan dan karakter atu kepribadian yang baik harus dimiliki oleh setiap individu warga  negara. Agar hidup bermayarakat antar warga negara  dapat berjalan dengan maslahat. Hal ini sangat penting  bagi Indonesia yang merupakan negara majemuk  terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan agama.

Bagaimana cara mencetak setiap individu warga negara yang didambakan oleh Indonesia? Bapak Presiden Joko Widodo pada masa kampanye pilpres tahun 2014 lalu ingin melakukan revolusi mental. Karena permasalahan yang ada di Indonesia sekarang diakibatkan oleh mental rakyat yang jauh dari norma-norma dan nilai-nilai keluhuran  budaya bangsa Indonesia. Kepintaran rakyat Indonesia tidak jangan ditanya lagi. Sekarang sudah banyak mahasiswa-mahasiswa keluaran berbagai universitas ternama baik dalam negri atau luar negri, kemampuannyapun tidak kalah saing. Dan banyak pula siswa-siswa yang berprestasi dalam kancah internasional.

“Saya kira kita juga sudah mulai memberikan pembelajaran di guru-guru PAUD umur emasnya 1-12 tahun harus dimulai dari situ, kedisiplinan masalah yang berkaitan dengan kemajemukan ini yang kuta harus lakukan, saya kira jorgan-jorgan bukan masanya.” Ungkap Bapak Jokowo

Proses sosialisasi sendiri menurut kuntjoro diningrat adalah proses belajar yang dialami oleh individu sejak kanak-kanak sampai masa tuanya. Ia belajar polap-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu sekelilingnya yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Proses sosialisasi dimulai dari anakitu lahir dan yang berperan penting dalam menciptakan anak yang berperilaku baik adalah orang tuanya.  Keluarga adalah individu pertama kali berinteraksi dengan anak dimulai dari anak baru lahir yang ia dengar dan tersimpan dalam otak adalah suara-suara yang keluar dari keluarganya. Anak mulai belajar bicara berdasarkan apa yang ia dengar.


www.huffingtonpost.co.uk

Anak juga  akan mengikuti apa yang ia lihat dari keluarganya. Bagaimana cara orang tuanya makan, berjalan dan hal lainnya. Semua hal yang dilakukan orang tua adalah panutan bagi anak dan ia akan melakukannya. Bagi orang tua harus pintar bertingkahlaku, apa yang harus ia lakukan dan ia tinggalkan di depan anak mereka. Anak pada usia dini bagaikan buku baru keluarga adalah penulisnya, untuk menciptakan karakter anak yang baik keluarga harus mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang baik pula. Keluarga juga bis amempraktekannya bukan hanya teori belaka. Karena pada dasarnya sikap anaktidak jauh beda dengan sikap orang tuanya.  Seperti pepatah mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Orang tua juga berhak menegur/menghukum anak, jika anak berperilaku senonoh yang ia dapatkan ketika berinteraksi di luar rumah. Zaman sekarang medsos sudah masuk ke semua usia dari anak usia dini sampai manula. Pengaruhnya sangat terlihat seklai dari sikap yang ditampakkan oleh penggunanya. Di sni peran orang tua untuk menghandle  kegiatan anak, kapan waktu anak belajar dan kapan waktu anak bermain. Bermainpun harus diperhatikan apakah itu layak bagi mereka. Sebenarnya bermain dengan anak sebayanya itu lebih baik bagi mereka dibandingkan dengan bermain medsos, karena dengan bermain anak menjadi lebih akif dan berguna juga untuk melatih kerja otak. 


 Setelah keluarga individu yang berperan untuk menciptakan karakter anak yang baik adalah masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar yang baik akan membawa perlaku anak yang baik pula begitu juga dengan sebaliknya. Dimana anak bermain ia akan kena getahnya, misalkan anak bermain dengan penjual minyak wangi maka ia akan bau wangi, sebaliknya jika bermain dengan tukang sampah maka ia akan bau sampah.

Pada bulan januari 2018 ada berita viral tentang anak kelas 1 SD asal Surabaya yang kecanduan seks. Setelah ditelusuri ternyata anak itu sejak usia 2 tahun hidup di Dolly, yang merupakan tempat prostitusi. Waktu umur 2/3 tahun anak ini sudah pernah menonton video yang tak layak bagi anak seumurannya. Lebih parah lagi ia pernah mengajarkan berciuman kepada adiknya yang laki-laki dan perempuan.

Jika sekolah adalah tempat mencari ilmu maka keluarga dan masyarakat adalah tempat prakteknya dan tempat menempa karakter/ kepribadain anak. Jika seiap individu memiliki karakter/ kepribadain yang baik, bukan tidak mungkin norma-norma dan nilai-nilai bangsa sebagai budaya akan berjalan sesuai dengan semestinya. 



Jumat, 23 Februari 2018

Ada Apa dibalik Kuburan ??

03.00 0
Ada Apa dibalik Kuburan  ??

         

Manusia hidup di dunia ini hanya sementara, kehidupan kekal abadi nanti di alam akhirat. Terkadang kita lupa akan hal itu. Seolah-olah kita hidup Cuma satu akali hanya di dunia saja menafikan adanya kehidupan di akhirat kelak.
Tumpukan tanah kecil yang hanya memiliki ketinggian kurang dari 50 cm menjadi pengingat kita bahwa kita juga akan tidur di sana bersama umat muslim yang sudah mendahului kita. Kuburan sebagai acuan ketika kita lupa ibadah sebagai kewajiban kita kepada Allah SWT. Sebagai penggerak jiwa dan raga kita untuk mencari bekal menuju kehidupan akhirat kita nanti agar menjadi lebih baik lagi.
Terkadang ada juga orang yang menganggap remeh kuburan, ia anggap sebagai tumpukan tanah biasa yang tidak ada gunanya sama sekali. Hanya tumpukan tanah yang di dalamnya terdapat orang yang sudah meninggal beraring seenaknya.
Kuburan adalah tempat tidur terakhir kita setelah kita hidup di dunia yang dimulai keluarnya kita dari rahim ibu dan berakhir dengan cara masuk kembali ke rahim ibbu pertiwi. Bagi manusia yang hidup di dunianya bertingkah laku baik kuburan adalah istana yang megah baginya, rumah idaman tempat ia menikmati masa ketenangan setelah ia pergi dari masa-masa kyang penuh cobaan dan ujian di dunia.
Bagi orang yang tak beruntung kuburan adalah ruangan yang sempi, gelap gilita, bau, dan tak layak untuk disinggahi, hingga ia tak mau untuk tidur didalamnya, karena itu tidak pantas jik dinamakan tempat persinggahan. Ia ingin kembali ke bumi dan memulai hidupnya dari awal kembali untuk menghapus dosa-dosa yang dulu pernah ia lakukan.
Kuburan sebagai penanda adanya manusia yang sudah mendahului kita pulang ke rahmatullah. Karen amereka adalah pendahulu kita, kita harus menghormatinya, kita tidak boleh memperlakukan kuburan dengan semena-mena sekehendak kita. Banyak kita jumpai orang yang duduk di atas kuburan’ padahal itu adalah tidak layak untuk dilakukan karena kita sama saja dengan tidak mengharagai si mayit, dan itu jelas-jelas sebuah larangan agama. Rasulullah SAW bersabda:

عن ابي هلريرة قال: قال رسولله صل الله عليه وسلم:لايجلس احدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخلص الى جلده خير له من ان يجلس على قبر.  رواه مسلم
“orang yang duduk di atas bara api yang membakar bajunya sampai ke kulit  itu lebih baik daripada orang yang duduk di atas kuburan.” ( H.R Muslim )


Hadis di atas menjelaskan tentang buruknya orang yang duduk di atas kuburan, larangan menduduki kuuran adalah sebagai tanda penghormatan kita kepada orang yang berada di dalam kubur. Ini juga sebagai penggambaran bahwa manusia adalah makhluk yang mulia. Bukan hanya ketika masih hidup, tapi manusia yang sudah meninggalpun tetap dimuliakan.


Oleh : 
FB Geber Reang 

Kamis, 08 Februari 2018

Menjadi pemuda yang baik? Tapi bagaimana.??

02.00 0
Menjadi pemuda yang baik? Tapi bagaimana.??


              Di suatu daerah terdapat sebuah kebiasaan masyarakatnya seperti yang dikatakan pepatah  “obor-obor blarak” yang memiliki arti tentang sebuah semangat atau gerakan yang hanya bertahan sebentar saja. Misalnya dalam sebuah kelompok tib-tiba bersemangat merencanakan ini itu namun keesokan harinya, mereka membatalkan rencana tersebut. Jadi seakan-akan rencana mereka hanya sebatas angan-angan belaka. Harusnya masing-masing orang memiliki kesadaran diri agar masyarakatnya, khususnya para pemuda-pemudi menjadi generasi penerus yang aktif. Karena tidak jarang saya melihat pemuda yang berleha-leha. Hanya beberapa dari mereka yang aktif dari sekian banyaknya pemuda di daerah tersebut.
              Selain kebiasaan di atas, masyarakat di daerah ini juga mayoritas pemikirannya masih kuno. Mereka sedikit sulit mengenyam suatu hal yang baru apalagi menerimanya. Misalnya, diadakannya kegiatan senam pagi bagi para ibu-ibu setiap seminggu sekali. Kegiatan tersebut sudah berjalan lancar selama tiga minggu. Dan setelah itu banyak dari warga, terutama bapak-bapak yang mengkritik miring mengenai perihal itu. Maka kegiatan bersenam dihentikan. Sepertinya masyarakat lebih nyaman dengan adat tradisi lama yang sudah turun temurun. Intinya “ra usah neko-neko”, dengan sesuatu yang baru apalagi terlalu fanatik menanggapinya. Tetapi di sisi lain peduduk di sini memilki sikap ramah dan mudah untuk sosialisasi.
              Melihat hal itu, menurut kami masyarakat dapat membuka pemikiran yang  lebih luas lagi. Karena tidak bisa kita hanya menilai ulasan dari satu sudut pandang saja. Zaman semakin berkembang bukan sedikit peluang untuk menelaah suatu yang baru lebih mendetail lagi. Kita boleh mempertahankan tradisi lama yang memang sudah lama dipertahankan. Itu menjadi suatu ciri khas tersendiri dari sebuah daerah. Tetapi, bukan berarti menolak suatu hal yang baru yang datang dari luar daerah jika memang itu hal yang bersifat positif. Bukankah Indonesia adalah negara multikutural...? Negara yang lahir dari berbagai suku dan bangsa, negara yang memiliki bermacam-macam tradisi,adat dan budaya. Apakah kita salah menerima budaya lain masuk ke daerah kita....?
              Juga untuk para generasi penerusnya, mari bergegas untuk membangun masyarakatnya  menjadi lebih aktif, berpikiran terbuka dan berakhlak. Karena siapa lagi yang akan mebangaun masyarakat,  jika bukan para pemuda dan pemudi dari daerah itu sendiri. Mari kita manfatkan masa muda kita dengan nilai-nilai positif. Saya sendiri sebagai generasi penerus bangsa ingin menjadi penerus yang bermanfaat bagi daerah dan bangsa saya sendiri. Menjadi generasi yang peduli akan kebutuhan-kebutuhan daerahnya. Karena masa muda kita cuma sebentar, beberapa tahun yang akan datang kita hanya tinggal merasakan tentang apa yang telah kita lakukan pada masa muda kita.

Syair bagi pemuda :

إذ الفتى حسب اعتقاده رفع   #    وكل من لم يعتقد لن ينتفع

Artinya :
Karena sebenarnya ketinggian derajat para pemuda itu berbanding lurus dengan keyakinannya. Maka para pemuda yang tidak memiliki keyakinan itu tidak ada manfaatnya.
(Nadzam Kitab Al-Imrity)


Penulis :
Ainul Widad

FB : https://www.facebook.com/aida.netsad

Senin, 05 Februari 2018

Masih berfikir Valentine Days Haram ? Kaji Ulang Yuk..!!

18.17 0
Masih berfikir Valentine Days Haram ? Kaji Ulang Yuk..!!



    Agama Islam adalah agama rahmatan lil’alamiin, maksudnya adalah agama yang hadir untuk memberikan kasih sayang untuk seluruh makhluk yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Bukan  hanya untuk sesama muslim, tapi juga diberikan kepada umat non muslim dan alam sekitar.
    Islam mengajarkan kepada kita untuk terus berbuat baik dan berbuat baik. Bahkan kepada orang yang mendzolimi kita sekalipun. Bersikap toleran kepada pemeluk agama lain, seperti halnya yang dilakukan oleh Gus Dur. Belia adalah sosok yang sangat toleran kepada umat beragama. Sebagai bukti pada saat pemakaman Gus Dur yang datang untuk ta’ziah bukan hanya dari kalangan muslim saja, tetapi banyak juga dari kalangan non muslim yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Gus Dur.
   Menyikapi hal ini, pada tanggal 14 Februari yang lebih populer disebut dengan nama Valentine day [hari kasih sayang]. Banyak yang mengatakan bahwa memperingati hari valentine itu haram hukumnya.
   Melihat dari sudut pandang agama Islam yang rahmatan lil’alamiin. Apakah salah [haram] kita mewujudkan bentuk kasih sayang kita kepada orang lain? Sebagai bentuk rasa syukur kita [makhluk] kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih terhadap makhluk-Nya atas ribuan nikmat yang Ia limpahkan kepada kita.
   Memang benar hari valentine adalah budaya yang diciptakan oleh orang romawi kuno dan diperbarui oleh orang kristen pada tanggal 14 Februari untuk mengenang jasa St. Valentino. Dan ini masih diperingati sampai sekarang, sampai saya selesai menulis artikel ini.
   Coba kita lihat jauh ke belakang, pada awal-awal Islam masuk ke Indonesia. Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia dengan cara menggunakan budaya-budaya pribumi yang notabenya pemeluk animisme dan dinamisme. Wali Songo tetap melestarikan budaya-budaya pribumi. Tapi, mengubah substansinya yang dulu animisme dan dinamisme di ganti dengan substansi islami. Seperti :7 hari orang mati, nadran dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain.
   Apakah dikatan haram jika kita merayakan hari valentine dengan cara mengubah substansinya & mewujudkan bentuknya dengan nilai-nilai yang positif. Sebagai simbol bahwa Islam adalah agama rahmatan lil’alamiin.
    Memperingati hari valentine menjadi haram hukumnya jika kita memperingatinya dengan substansi yang sama dengan orang kristen yakni mengagungkan St. Valentino, dan dengan cara yang penuh dengan kemaksiatan. Semua hal yang ada di dunia ini  tergantung pada orang tersebut, bagaimana ia menyikapinya? Apa yang ia tuju dan ia niati?  

Wallahu A'lam.


Penulis :
FB: Geber Reang